Jumat, 22 Oktober 2010

Makna Cinta di Suatu Jumat Pagi

"Awalnya, pernikahan kami berlangsung hangat dan bahagia, mba",, sebuah kalimat meluncur dari wanita itu di sela-sela isak tangisnya.. "Sekarang saya hanya merasa bingung dan takut pada ancaman-ancamannya. Jujur mba, saya masih mencintai suami saya. Saya hanya sudah tidak tahan lagi dengan perlakuannya".

Sebuah curahan hati yang menggetarkan jiwaku pagi ini. Sesuatu yang membuatku membeku dalam diam. "Allah tahu kekuatan hamba-Nya, mba", kalimat umum yang mungkin sudah sering kali didengar wanita itu. Sambil sesekali menggosok-gosok lengannya, aku terus berpikir tentang apa yang baru saja ku dengar dari seorang wanita yang sedang duduk di depanku ini.

Cinta adalah salah satu hal abstrak berupa konstruk psikologis yang sulit didefinisikan. Cinta adalah keajaiban bagi yang merasakannya. Beberapa kata yang mengandung makna cinta *yangakutahu* : Cinta suci,cinta orang tua, cinta buta, cinta mati, cinta monyet, cinta pada pandangan pertama, cinta lokasi, cinta bertepuk sebelah tangan, cinta abadi, atau,, cinta fitri. Semua kata itu memiliki makna yang berbeda. Cinta dapat terasa indah, melambungkan jiwa dan raga hingga dunia terasa bagai surga. Di saat lainnya cinta dapat berubah menjadi hal paling menyakitkan, hal paling busuk yang pernah dirasakan manusia.

"Saya selalu merasa jatuh cinta dengannya, tapi sekarang saya takut, saya tidak tahu apa yang saya rasakan", wanita mungil tersebut mengutarakan kegalauan hatinya akan cinta pada suaminya pada ku. Ku mencari, ku cari kata-kata terbaik untuk dapat meringankan beban yang dialami wanita itu, tapi terjadi mental blocking secara mendadak pada otakku. tak ada kalimat yang cukup pantas yang dapat ku berikan pada wanita itu, aku tak cukup berpengalaman akan cinta. hanya ada beberapa cinta pada hidupku dan sekali waktu, aku pernah ragu akan keberadaan cinta. Hss,,.. Sudah lama waktu itu berlalu.

---------

Setelah melalui sebuah sesi pendek denganku, beruntung wanita itu dapat bertemu dengan seorang konselor yang kemudian memberitahuku sebuah kalimat sakti yang menggetarkan jiwaku untuk kedua kalinya di pagi ini. Katanya pada wanita itu, "Mbak, mungkin ini jalan surgamu". How wonderfull is that??? Sebuah kalimat manis dari ibu konselor untuk kliennya yang kebingungan. Sebuah kata sakti yang tidak menuntutnya berbuat sesuatu, hanya mengingatkannya secara sederhana akan ketulusan cinta yang pernah diberikan wanita itu untuk suaminya. Sebuah kata yang kemudian memberikan semangat baru kepada seorang wanita yang hampir menyerah dan memilih berpisah. Sebuah kalimat yang menyadarkan lagi alasan awal wanita itu bersedia menikah dengan seorang laki-laki yang memiliki masa lalu yang kelam. Sebuah kalimat yang mengingatkan kepadaku arti penting ketulusan sebuah cinta.





"Dalam cinta hanya ada memberi dengan ketulusan hati"

(ibukonselor, 2010)


*sebuah cerita perpaduan fiksi dan non-fiksi*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar