Selasa, 01 Juli 2014

Gemes Politik!

Haloooo Juli..!
Akhirnya masuk juga ke bulan Juli. Tanggal 9 nanti ada acara nasional berjudul PEMILU PRESIDEN-WAKIL PRESIDEN. Akhirnya semakin dekat.
Jujur saja, masa kampanye yang panjang ini terasa sangat membosankan dan menyebalkan. Black campaign ada di semua media. Masa kampanye tidak lagi dijadikan ajang promosi untuk jagoannya tapi malah dipakai sebagai sarana mengumbar aib, menyebarkan berita bohong dan menebar fitnah pada lawannya. Kamseupay lah pokoknya cara berpolitik yang kaya begini.
Menahan diri dari bulan Juni supaya tidak mudah terbawa arus politik rendahan, saya berdoa pada Allah semoga apa yg sudah saya pilih ini benar dan kalau memang salah semoga segera diberi jalan yang tepat. Alhamdulillah, sampai H-8 ini, gambaran presiden yang ada belum luntur juga. Malah semakin mantap.
Saya tidak mudah percaya pada media jaman sekarang. Manusia sudah sangat pintar dalam menggunakan kata-kata dan memanipulasi data. Tapi saya yakin, pola kepribadian seseorang akan terekam dengan baik oleh sang media itu sendiri. Menelusuri riwayat kehidupan ataupun kisah kepemimpinan seseorang adalah salah satu cara untuk mengenal calon pilihan.
Dari riwayat hidup seseorang yang terekam di media, kita akan tau pola kepribadian, pola persepsi orang lain terhadap orang tersebut dan juga langkah-langkah nyata yang sudah ia lakukan. Kalo kita jeli dalam mengamati, ada pola yang konstan dan ada pula pola yang tiba-tiba berubah krn ada suatu tujuan dibaliknya. Saat sudah menyadari hal itu, analisis lah, kembalikan data yang sudah ada ke logika dan hati nurani. Setelah itu kembalikan semuanya pada Allah. Allah knows best.
Dengan menyebut nama Allah, saya akan mulai proses pencarian data mengenai calon pemimpin saya. Bukan untuk siapa-siapa, hanya untuk saya. Karena sesungguhnya, CAPRESMU BAGIMU, CAPRESKU BAGIKU.

Salam Pancasila Sila ke-3: Persatuan Indonesia!

Minggu, 23 Maret 2014

Today!

Yappzz! Today is the 23 of March 2014. I'm turning 25. Oh my gosh! I'm aging.. Hahaha..
Well, it seems like an ordinary day but for me it's the time to be a better woman. I'm not a teenager anymore..

Happy birthday,  Isya Primaruti. You'll be a greater woman this year. Keep thinking positive thoughts and keep moving forward! Be happy ♥

Sabtu, 15 Maret 2014

Almost 25th

Hayyyy.. hello hello..!
It's 2014, now...
It's been a year since the last time. Lots of thing happened. Stevan is here. I'm not in a LDR. We're getting closer and still learn about each other.
It's my 2nd year as a teacher. I'm no longer a KG A teacher, I'm a teacher of Blue Class (3-4yo). 
I have a white persian cat named Giwul. She's bought by Ibu for me at the end of December 2013.

Have a pet was Stevan's idea. He changes my life. Cat, entrepreneurship,  new circle of friend, trying new food, and being flexible,  those are his idea. He's like a firework in my life. 

Thank God,..
For all of the things had happened last year. They turned into something good. They make me stronger.

Jumat, 22 Maret 2013

Wishes List

It's 2013 now! Hohooo..
Lots of thing happened, is happening and will happen through this year.
I'm 23 yo now but tomorrow I'll be 24 yo and I have a lot of wishes.
They are...
 1.   Kesabaran
 2.   Kemampuan bersyukur
 3.   Kemandirian
 4.   Pengendalian diri
 5.   Kemampuan mencintai dan berempati secara tulus
 6.   Kemampuan untuk mengerti dan memahami orang lain
 7.   Kemampuan berpikir positif
 8.   Kemampuan untuk rajin ibadah
 9.   Kemampuan untuk sedekah lebih banyak
10.  Keteguhan hati
I wanna be someone better. A better Isya Primaruti untuk menjalani takdir hidup yang sudah disiapkan Tuhan. Isya Primaruti yang lebih baik lagi saat berhubungan dengan sesama manusia. Ibarat software, aku pengen bisa up grading my self into a better version. Being my self and getting better. Amiin.. 

Minggu, 25 November 2012

If I (Almost) Failed

Sometimes I feel like I want to give up. Not to give up on you, but this situation.
The distance starts to kill me. I'm tired. It's getting worse when you're busy, mm, I mean when you are in the peak of your busy period. I know that's for your own good or maybe ours, I know dear.. But, ya.. I miss you.. I keep on trying to be patient. It's getting hard. You know that I can't smile without your 'presence' and your absence is a trigger of my impatience. Hmm.. I want to skip this time, I want to skip this November and December. But I just can't. I can't buy a time machine. I can't do some kind of magic. Huuffttt.. Well, let me pray.. Pray for our own sake. Pray for us, a better situation.

Dear, when I (almost) failed to control my emotion or I (almost) lose my patience, I read this..


Senin, 19 November 2012

The Choosen One

Banyak hal berputar-putar saja di pikiran saya saat ini. Kondisi ini berlangsung sejak saya menjadi invisible follower sebuah akun twitter berlabel @sahabatalaqsha. Akun ini melaporkan dan mendiskusikan kejadian-kejadian yang sedang atau telah berlangsung di Gaza, Palestina. Gaza, sebuah daerah konflik yang diperebutkan oleh dua anak keturunan Adam, Palestina dan Israel.

Sedih, miris dan malu. Itulah perasaan yang saya rasakan setiap membaca sebuah berita atau melihat foto-foto terbaru terkait keadaan di Gaza. Orang tua, orang muda, laki-laki, perempuan bahkan anak-anak balita menjadi korban dari perang berkepanjangan. Suatu malam saya berandai-andai, bagaimana seandainya tiba-tiba saya berada di Gaza... Kemungkinan terbesar yang terjadi adalah munculnya gejala-gejala gangguan jiwa yang akhirnya akan ditegakkan sebagai depresi. Bagaimana tidak? Gaza saat ini mengalami mati listrik dengan suara bom sebagai lagu nina-bobo menjelang tidur. Suara ambulans sudah seperti suara jangkrik yang menghiasi kesyahduan malam. Percikan api sisa-sisa ledakan bagaikan kembang api yang menyala riang pada suatu perayaan. Oh.. Ya Allah. Bagaimana saya bisa tenang? Depresi disusul anxiety disorder, disusul paranoid, dan disertai mood disorder, ya, hal-hal itu yang sangat mungkin terjadi jika saya tiba-tiba ada di Gaza.

Kenyataannya berbeda. Mereka, saudara-saudari warga Palestina yang berada di Gaza tetap tegar. Mereka bersabar, mereka berikhtiar, mereka berdoa dan tetap beriman. Kondisi ini mereka terima dengan suatu pemahaman, "Jika perang ini adalah kehendak Allah, inilah jalan terbaik bagi kami". Oh Ya Allah... SUPER! Kadar keimanan yang mereka miliki ini sudah jauh dari jangkauan logika saya. Mereka mungkin adalah kaum yang sudah mengilhami, "Dunia ini hanyalah batu pijakan untuk ke akhirat, bukannya rumah". OHHH! Speechless. Subhanallah.. Mereka yang bertahan di Gaza adalah kaum yang dipercaya. Kaum yang dipercaya Allah untuk berjihad melalui jalan takdirnya.

Ya, setiap manusia terlahir membawa takdir mereka sendiri. Manusia juga terlahir dengan membawa jalan jihad mereka sendiri. Kadar 'perang' yang dimiliki tentunya sudah dirancang sedemikian rupa sehingga pada dasarnya setiap manusia akan mampu memenanginya. Allah tidak akan menimpakan suatu masalah diluar batas kemampuan umat-Nya, jadi pada dasarnya, setiap manusia pasti mampu. Kemampuan manusia ini pun bersifat subjektif, tergantung kapasitas yang telah diberikan Allah pada mereka. Menurut saya, saudara-saudari yang terlahir di Gaza merupakan manusia-manusia pilihan Allah yang sudah dipercaya untuk melakukan jihad melalui jalan 'perang' suci ini. Mereka adalah kaum yang terpilih untuk menjaga dan membuktikan Janji Allah. Mereka yang gagah berani mempertahankan Al-Aqsha, yang memegang kepercayaan Allah yang kemudian dinyatakan mati syahid, insyaAllah sudah memiliki rumah megah di surga milik Allah. Subhanallah.. Perang di Gaza tidak lain merupakan jalan yang meninggikan derajat ketaqwaan saudara-saudari kita. Saya percaya. Sama percayanya bahwa bukan hal yang sulit bagi Allah untuk menghentikan perang Israel-Palestina dalam satu kedipan mata. Sungguh, menghentikan perang sangatlah mudah jika Allah sudah berkehendak.

Ya Allah, Engkau adalah sebaik-baik pelindung bagi umat-Mu, hamba mohon, lindungilah saudara-saudari di Palestina dengan cara-Mu. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang telah Engkau pilih untuk mengemban amanah-Mu. 

Al-Fatiha...
#PrayForGaza

Kamis, 15 November 2012

Keep Calm And Remain Faithful

Miles apart...
You are there and I am here...
But I always believe that My God is going to make it okay...

Love will not betray us, dismay us, or enslave us...
We just have to keep calm and remain faithful...

I LOVE YOU AS ALWAYS





Selasa, 30 Oktober 2012

Guru TK

Hehehehehahahahhaaa.. 

Sebuah predikat, sebuah pekerjaan, sebuah tanggung jawab, sebuah hobi, dan sebuah jalan untuk beribadah. Guru TK. Yak. Hahahaa...

Entah kenapa ya, kata 'Guru TK' ini belum begitu terasa sebagai sebuah 'pekerjaan' untuk saya. Saya memiliki tanggung jawab dan saya diberi bayaran untuk hal-hal yang saya kerjakan. Saya juga harus bangun pagi setiap hari selama 6 hari dalam satu minggu, sampai di suatu lokasi bernama sekolah sebelum pukul 07.00 WIB (seringnya sih lebih yaa..) dan saya juga pulang pada pukul 16.00 WIB (kadang-kadang sih lebih..). Definisi sebelumnya sebenernya sudah cukup membuat 'Guru TK' ini sebagai pekerjaan, tapi nyatanya tidak (setidaknya untuk saya) begitu.

Saya jadi bertanya-tanya, apa yang saya pikirkan saat seseorang berkata, "Kamu Guru TK, ya?" Hmm.. Saya hanya merasa seperti ini: setiap hari bangun pagi dan itu cukup berat untuk dibiasakan, menyiapkan bekal makan pagi, pergi ke sebuah gedung dengan cat tembok warna-warni, menyanyi, menari, tertawa, mengajari menulis, mengajari mewarnai, mengajari berbicara dengan baik, menemani sekelompok anak saat berenang, menemani sekelompok anak saat makan, memandikan sekelompok anak secara bersamaan, memakaikan pakaian sekaligus melatih mereka untuk memakai pakaian mereka sendiri, yahhhh sesekali menemani anak saat pup atau pipis, dan pada suatu ketika di saat keberuntungan sedang berada dalam wujud yang kurang menyenangkan, saya harus membereskan muntahan anak, membereskan ompol seorang anak, atau membereskan pup seorang anak. Deskripsi tersebut memaksa saya untuk lebih merasa sebagai seorang wanita muda yang sedang berlatih menjadi ibu ketimbang sebagai seorang wanita muda yang bekerja sebagai Guru TK. Yak, saya sengaja mencetak tebal dua buah kata untuk menegaskan bahwa saya wanita muda. Hahaha..

Saya merasa lucu atau mungkin sebenarnya perasaan ini adalah suatu bentuk kebahagiaan, ketika saya menyadari bahwa saya adalah Guru TK. Begini, hampir semua orang yang mengenal saya tahu, bahwa cita-cita saya adalah menjadi Guru TK. Sejak saya TK, saya ingin menjadi Guru TK, yaa, walaupun seiring bertambahnya kerumitan pola pikir, cita-cita itu juga ikut berubah menjadi 'ingin menjadi pemilik dan pengelola sebuah TK'. Saya yakin, Tuhan saya Yang Maha Pengertian sedang memberikan pelajaran-pelajaran penting mulai dari hal-hal yang mendasar. Nah, apda kesempatan kali ini, saya ingin sedikit bercerita tentang pengalaman saya sebagai wanita muda yang sedang belajar menjadi seorang ibu sekaligus sebagai wanita muda yang diberi predikat 'Guru TK'. Here we go~

Pada mulanya, saya memiliki bekal persepsi bahwa masa kanak-kanak adalah suatu fase paling menyenangkan pada masa pertumbuhan manusia. Anak-anak adalah makhluk paling menggemaskan di dunia ini. Menyanyi, menari, mewarnai, dan tertawa-tertiwi, itu dunia mereka. Saya cukup ceroboh untuk tidak menambahkan suatu skema bahwa anak-anak bisa mengompol, anak-anak bisa pup dan bahkan pup di celana, anak-anak mudah muntah kalau terlalu kenyang, dan anak-anak itu mood. Saya cukup shock ketika saya berhadapan langsung dengan hal-hal tersebut. Biasanya hal-hal tersebut menular pada saya, saya ikut muntah ketika harus membereskan muntahan seorang anak dan 'membereskan' seorang anak yang pup di celana. Haha.. Ternyata saya belum cukup terampil untuk menjadi seorang ibu. Saya masih terjijik-jijik kalau dihadapkan dengan hal-hal seperti di atas.

Mungkin sebagian besar orang akan merasa "ngga banget lhooo ngebersihin pipis atau pup atau muntahan anak orang", tetapi sebenarnya, kesenangan dan kelucuan dibalik rasa-rasa yang kurang lucu dan kurang menyenangkan itu sangaaaaaaaaatttttt banyak dan sangat besar. Bayangkan saja, setiap hari seusai jam sekolah (Pkl. 14.00, sampai semua anak pulang -- FYI: saya memegang dua kelas, pagi 07.00 - 10.00 dan siang 10.30 - Pkl 14.30) saya memiliki bertumpuk-tumpuk kelucuan anak yang siap untuk dijadikan bahan kebahagiaan. Jumlah kelucuan itu sekitar kepolosan anak-anak selama 3 jam berada di kelas dikalikan dengan 20 anak/ kelas. banyak! Saya memiliki banyak banyak banyak banyak stock bahan dasar yang dapat diolah sehingga menghasilkan tawa. Selain stock kelucuan-kelucuan anak-anak, saya juga sering mendapatkan hal-hal yang dapat saya ambil pelajarannya. Banyak hikmah kehidupan yang saya pelajari dari kehidupan anak-anak lucu itu. Mungkin cerita-cerita tertentu akan saya tuliskan di kempatan yang lain. Yahhhh, saya baru saja teringat bahwa saya membawa lembar evaluasi harian dan setumpuk worksheet anak-anak yang sebenarnya bisa dikerjakan besok setelah Pkl 15.00 tapi saya sedang memiliki niat tulus suci agak memaksa diri untuk membawanya pulang dan mengerjakan di rumah. Hohooo..

Pembaca (anggap aja ada yang baca ya..), menjadi 'Guru TK' itu bukan soal mengajarkan sesuatu pada anak-anak TK, menjadi Guru TK itu lebih kepada mewarnai hari-hari di sekeliling anak-anak usia TK. Guru dan murid selalu saling memberikan pelajaran di setiap kesempatan yang ada. Menjadi Guru TK itu (insyaAllah) BAHAGIA! ;)



Senin, 10 September 2012

Air Mata

Sering kali air mata adalah satu-satunya teman yang tidak mau diajak berkompromi.
Mengalir dengan deras sekehendaknya sendiri.

Kedatangannya adalah kejutan besar untukku. Setelah enam kali berganti bulan, hatiku kering karena isinya mulai terserap rindu. Tak jarang aku bersujud lebih lama untuk berdoa pada-Nya, Sang Penguasa Kalbu.

Bagaikan orang yang telah lama hidup tanpa cahaya, dia adalah matahariku. Memberi banyak cahaya dan membiaskan warna pelangi yang menghiasi hari-hariku.

Melihatnya setelah lama buta membuatku ingin menangis di bandara. Hari ini, lima hari sebelum ia pergi ke negeri Gandhi, aku menangis karena harus melepasnya pergi sebuah kota lainnya.

Air mata tidak pernah berkata-kata, mengalir begitu saja. Layaknya kasih sayang dan cinta.

Minggu, 12 Agustus 2012

Puasa

Apakah arti puasa? Puasa menahan lapar, puasa menahan haus, dan menjaga prilaku..

Sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan oleh Tasya ini membuat saya berpikir. Puasa tampak sangat mudah dijalani, menahan haus, menahan lapar, dan berperilaku baik. Lalu, kalau semudah itu, mengapa Allah memberikan pahala yang besar bagi orang yang berpuasa ya?

Saya teringat, hewan yang paling buas adalah hewan yang kehausan dan kelaparan, begitu juga manusia. Manusia yang mudah berperilaku buruk dan mudah kehilangan kontrol diri adalah manusia yang lapar dan haus. hal ini menjadikan makan dan minum sebagai kebutuhan utama manusia. Manusia yang kenyang mampu berpikir secara optimal. Manusia yang kenyang lebih mudah mengontrol perasaan. Manusia yang kenyang memiliki tenaga untuk beribadah. Oleh karena itu, penghilangan rasa kenyang akan mempersulit manusia untuk memunculkan sifat-sifat terbaik dari dirinya.

Secara psikologis, hal ini dapat dijelaskan dengan menggunakan Teori Motivasi dari Maslow. Makan dan minum merupakan kebutuhan fisik yang merupakan kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan fisik ini merupakan dasar anak tangga untuk memenuhi kebutuhan lain yang dimiliki manusia.

Manusia yang lapar dan haus akan menemui kesulitan yang lebih besar daripada manusia yang kenyang. Manusia yang haus dan lapar memiliki tantangan mendasar supaya tetap dapat berperilaku baik, supaya dapat mengontrol diri dengan baik, supaya tetap dapat beribadah dengan baik dan supaya tetap mampu mengaktualisasikan dirinya. Inilah ujian puasa sebenarnya, ketika manusia berada dalam kondisi di mana kebutuhan dasar saja tidak terpenuhi, mampukah manusia tetap bersabar, tetap berbagi, tetap beribadah, tetap bekerja, dan tetap mengingat Allah? Maka tidak mengherankan jika manusia yang beruntung adalah manusia yang mampu melewati bulan Ramadhan dengan baik, manusia yang tetap mampu mengendalikan diri serta mengaktualisasikan diri ketika kebutuhan dasar pun belum terpenuhi. Itulah manusia yang akan mendapatkan kemenangan di hari raya Idul Fitri. Manusia-manusia yang mendapatkan berkah ramadhan adalah manusia yang mampu menaklukkan rasa lapar dan dahaga serta tetap berperilaku baik.