Kamis, 28 Oktober 2010

The victory in the heart

There is no victory without sacrifice.



Wait up..



There IS victory without sacrifice.



How come?



It's all because of i k h l a s.



Ikhlas will purifying the heart, so the pure heart makes victory..



Just it.



Could u?


Selasa, 26 Oktober 2010

Menurutku, Dia-lah Tuhanku

Aku bukan orang suci yang selalu berwudhu minimal lima kali sehari.

Aku bukan orang suci yang bersujud untuk-Nya minimal lima waktu dalam satu hari.

Dan aku bukan orang suci yang tidak pernah mencurigai.

Tapi aku tahu dari lubuk hatiku yang terdalam dan dari dasar rasionalitasku sebagai manusia, Tuhanku, selalu terlalu baik kepada umat-Nya.

Bencana-bencana ini pun bukan sebagai bentuk kemarahan-Nya.

Bencana-bencana ini pun bukan bentuk kekecewaan-Nya pada umat-Nya.

Bencana-bencana ini hanya lah salah satu bentuk lain dari kasih sayang-Nya.

Inilah cara halus-Nya untuk mengingatkan kita agar kita tetap dekat pada-Nya.

Suatu sentuhan halus dalam usaha-Nya untuk tetap bersama makhluk-Nya.

Coba bayangkan jika Tuhan mengingatkan manusia dengan cara yang lebih ekstrim yang mungkin kita sangka akan lebih baik dari apa yang telah Dia lakukan.

Misalnya saja jika Dia menurukan salah satu malaikat-Nya untuk mengingatkan kita.

Apa yang terjadi?

Kemungkinan pertama: manusia terkena serangan jantung mendadak karena terkejut dengan kedatangan makhluk asing di hadapannya.

Kemungkinan kedua: manusia menjadi buta matanya karena retina manusia tidak mampu menghadapi silaunya cahaya malaikat.

Kemungkinan ketiga: manusia tidak akan mengerti apa yang dikatakan malaikat tersebut karena mereka terlalu kagum dengan ciptaan Tuhan-Nya.

Kemungkinan keempat: manusia tersebut akan dianggap mengidap suatu gangguan kejiwaan oleh manusia lainnya yang tidak mempercayai ceritanya.

Jadi, dengan adanya bencana adalah cara terbaik dari Tuhan untuk mengingatkan manusia-Nya. Tidak berlaku untuk satu manusia, namun untuk seluruh umat-Nya di muka bumi. Mungkin inilah cara yang efektif dan cara paling halus yang paling tidak menyakiti manusia.

Dan tahukah kita? Mungkin saat ini Tuhan sedang merindukan kita. Tuhan merindukan lantunan ayat-ayat suci-Nya di dalam tegak berdirinya seorang hamba. Tuhan merindukan doa-doa hamba-Nya yang terucap tulus dari hati sanubari mereka.

Itu lah Tuhanku dalam keyakinanku.

Tuhanku yang selalu memiliki rasa kasih untuk umat-Nya.

Tuhanku yang selalu memiliki banyak alasan untuk menyayangi umat-Nya.

Arrahman & Arrahiim

Jumat, 22 Oktober 2010

Makna Cinta di Suatu Jumat Pagi

"Awalnya, pernikahan kami berlangsung hangat dan bahagia, mba",, sebuah kalimat meluncur dari wanita itu di sela-sela isak tangisnya.. "Sekarang saya hanya merasa bingung dan takut pada ancaman-ancamannya. Jujur mba, saya masih mencintai suami saya. Saya hanya sudah tidak tahan lagi dengan perlakuannya".

Sebuah curahan hati yang menggetarkan jiwaku pagi ini. Sesuatu yang membuatku membeku dalam diam. "Allah tahu kekuatan hamba-Nya, mba", kalimat umum yang mungkin sudah sering kali didengar wanita itu. Sambil sesekali menggosok-gosok lengannya, aku terus berpikir tentang apa yang baru saja ku dengar dari seorang wanita yang sedang duduk di depanku ini.

Cinta adalah salah satu hal abstrak berupa konstruk psikologis yang sulit didefinisikan. Cinta adalah keajaiban bagi yang merasakannya. Beberapa kata yang mengandung makna cinta *yangakutahu* : Cinta suci,cinta orang tua, cinta buta, cinta mati, cinta monyet, cinta pada pandangan pertama, cinta lokasi, cinta bertepuk sebelah tangan, cinta abadi, atau,, cinta fitri. Semua kata itu memiliki makna yang berbeda. Cinta dapat terasa indah, melambungkan jiwa dan raga hingga dunia terasa bagai surga. Di saat lainnya cinta dapat berubah menjadi hal paling menyakitkan, hal paling busuk yang pernah dirasakan manusia.

"Saya selalu merasa jatuh cinta dengannya, tapi sekarang saya takut, saya tidak tahu apa yang saya rasakan", wanita mungil tersebut mengutarakan kegalauan hatinya akan cinta pada suaminya pada ku. Ku mencari, ku cari kata-kata terbaik untuk dapat meringankan beban yang dialami wanita itu, tapi terjadi mental blocking secara mendadak pada otakku. tak ada kalimat yang cukup pantas yang dapat ku berikan pada wanita itu, aku tak cukup berpengalaman akan cinta. hanya ada beberapa cinta pada hidupku dan sekali waktu, aku pernah ragu akan keberadaan cinta. Hss,,.. Sudah lama waktu itu berlalu.

---------

Setelah melalui sebuah sesi pendek denganku, beruntung wanita itu dapat bertemu dengan seorang konselor yang kemudian memberitahuku sebuah kalimat sakti yang menggetarkan jiwaku untuk kedua kalinya di pagi ini. Katanya pada wanita itu, "Mbak, mungkin ini jalan surgamu". How wonderfull is that??? Sebuah kalimat manis dari ibu konselor untuk kliennya yang kebingungan. Sebuah kata sakti yang tidak menuntutnya berbuat sesuatu, hanya mengingatkannya secara sederhana akan ketulusan cinta yang pernah diberikan wanita itu untuk suaminya. Sebuah kata yang kemudian memberikan semangat baru kepada seorang wanita yang hampir menyerah dan memilih berpisah. Sebuah kalimat yang menyadarkan lagi alasan awal wanita itu bersedia menikah dengan seorang laki-laki yang memiliki masa lalu yang kelam. Sebuah kalimat yang mengingatkan kepadaku arti penting ketulusan sebuah cinta.





"Dalam cinta hanya ada memberi dengan ketulusan hati"

(ibukonselor, 2010)


*sebuah cerita perpaduan fiksi dan non-fiksi*

Senin, 18 Oktober 2010

10 Hal Paling WOW Selama KKN

10. Kedatangan -> Sebuah kedatangan yang menyenangkan, segenap jajaran RT membantu subunitku mencari pondokan.


9. Nonton bareng Final FIFA 2010 -> di Plataran Objek wisata Tamansari, aku menjadi salah satu MC, sebuah program KKN pertama sebagai program pembuka bagi program2 KKN lainnya.


8. Rangkaian lomba-lomba di HUT RI ke 65 -> suatu wadah dimana aku pertama kali menjadi panitia Lomba HUT RI.


7. Malam Tekad HUT RI 65 -> malam tirakatan pertamaku selama aku hidup 21 tahun *sepanjang aku mulai bisa mengingat hal*. Malam tekad ini berlangsung hingga pukul 02.00, memecahkan malam tekad terpanjang di RW 09.


6. Malam terakhir setelah penarikan -> malam itu hujan *hampir seperti kondisi saat ini* kami berteduh di cakruk kampoeng cyber ditemani saudara-saudara dan sahabat dari kampoeng cyber. Suasana hujan yang sangat hangat.


5. DPL yang serius tapi santai -> Ibu Budi Andayani dengan kebijaksanaannya membuat KKN ini tidak terasa mencekam.


4. Pondokan di Keboen 36 -> suasana yang asri dan hijau membuat pondokan KKN menjadi tempat paling nyaman dan membuatku lupa bahwa aku sedang KKN,, rasa-rasanya aku home stay dalam sebuah paket liburan.


3. Tim satu UNIT di UNIT 91 -> kita adalah tim yang minimal masalah. *setelah mendengar cerita tim lain*


2. Tim satu SUBUNIT di SUBUNIT 3 -> tidak pernah aku bayangkan akan aku temukan saudara sehebat kalian yang dapat saling mengisi kekurangan dan menambahkan kelebihan: Mba Nurul, Mas Andre, Arby, Adit, dan Echa.


1. Kondisi di RT 36 -> aku menemukan kehidupan perkampungan -dengan proporsi sempurna antara segenap warga dan suasana- yang ku inginkan.

Selasa, 05 Oktober 2010

Saudara- Saudari Planet Bumi Jangan Marah

Memandang hampa ke arah kotak kecil bergambar bergerak di depanku.

Kelebatan bayangan berganti satu persatu.

Orang dengan topeng hitam dicirikan sebagai teroris dari suatu agama tertentu.

Orang yang duduk di atas beramai-ramai memperdebatkan penunjukan Kapolri yang baru.

Perayaan Hari Ulang Tahun Tentara Negara Ini memunculkan korban menambah deretan luka pilu.

Kendaraan canggih pengangkut rakyat biasa mengunduh petaka melantunkan nada sembilu.

Mereka yang menduduki bangku teratas di gedung kehormatan sibuk meminta dibuatkan gedung yang baru.

Mereka yang di bawah semakin menjual murah harga dirinya demi sesuap nasi atau sebidang tanah di kampung halaman demi anak cucu.

Mana yang benar? Mana yang salah?

Bagai tersapu oleh debu gurun pasir gersang, semua kebenaran mulai terkubur perlahan.

Pelan.. Sedikit demi sedikit mulai kabur. Tertumpuk dusta manusia yang mulai bertebaran.

Cuaca tak lagi bersahabat dengan kondisi fisik makhluk lautan mau pun daratan.


Panas di siang hari adalah kemarahan dari Galaksi Bima Sakti.

Hujan di malamnya adalah duka lara dari seluruh penghuni alam raya.


Mereka diam dan terus berputar. Mereka menyaksikan setiap adegan dari kejauhan.

Mereka lah Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Pluto yang bukan lagi planet, Bulan, Phobos, Deimos, satelit-satelit alam, asteroid, dan Matahari.

Penghuni alam raya melihat tingkah laku para penghuni Bumi, melihat saudari mereka tersakiti.

Satu negara Ini saja sudah melukai hati Bumi Pertiwi, belum lagi negara-negara di barat atau timur atau selatan atau utara negeri Ini.

Di mana kebencian, kepalsuan dan aneka kesalahan bertebaran atas nama kebenaran.

Mari kita hentikan semua ini, teman..

Jangan lagi kita uji kesabaran dari saudara-saudari planet yang kita diami ini.

Satu saja dari mereka berhenti, maka kita juga berhenti.

Berhenti berbicara, berhenti makan, berhenti minum, dan berhenti bernafas.

Rabu, 29 September 2010

Sebuah Kesempurnaan yang Tidak Sempurna - Manusia

-Everyone makes mistakes and you don't have to be perfect to be loved-


Berbincang seorang kakak di sore ini, "Dek, kamu ga perlu jadi malaikat yang selalu tampak baik. Tuhan hanya menginginkanmu menjadi manusia biasa. Manusia yang tak berdaya sehingga memohon pada-Nya. Setiap kali kamu ingin menjadi malaikat, Tuhan akan mematahkan sayap malaikatmu, berulang kali akan begitu. Kamu diciptakan menjadi manusia, karenanya, kamu boleh salah, ngga harus selalu benar".


Kalimat-kalimat itulah yang menyadarkan aku di sepotong senja, setelah hiruk pikuk kerja mulai sirna dan ruangan yang ramai kembali tenang seolah ikut mendengarkan. Pembicaraan dua anak perempuan itu menguasai ruangan. Di antara tumpukan kertas tes, alat tulis dan deru halus suara pendingin udara yang membuat kami merasa lebih nyaman, kami berkelana pada banyak masa kehidupan. Dibuka dengan sebuah cerita lalu tentang kenaifanku sebagai manusia "tak pernah ingin tampak buruk" atau dengan kalimat lainnya adalah "selalu ingin tampak baik".


Ternyata kami sama, tak hanya aku yang begitu, atau setidaknya dulu kami sama. Entah dipengaruhi budaya atau ajaran keluarga, kami adalah contoh manusia yang ingin selalu tampak bagai malaikat. Senyum ceria, ramah, suka menolong, tidak membenci, serba bisa, pintar, mudah memaafkan, mengasihi setiap makhluk ciptaan-Nya dan yang lainnya, itulah yang ingin kami citrakan pada dunia. Namun setelah kami mampu memahami, dibalik semua hal itu telah tersembunyi kepedihan hati yang bersemayam di bagian gelapnya sisi kehidupan, sebuah bagian kehidupan yang tak ingin kami biarkan setiap orang menyadarinya.


Kepahitan yang ku telan, kemarahan yang ku pendam, rasa benci, iri dan bahkan dendam yang selalu ku redam, semua menyeruak dengan kalimat yang meluncur dari hati kakak cantik itu, "kamu bukan malaikat". Tersadar dari dunia fana ini, entah berapa lama aku menjalani hidup sedemikian rupa agar aku tampak hebat, tampak pintar, tampak perkasa dan tampak tangguh. Entah berapa lama aku menahan tangis, menyembunyikan air mata kepedihan, dan berusaha mengubahnya menjadi tawa, sebuah tawa semu yang tak sempurna. Tawa yang hanya berupa lengkungan bibir yang sempurna dengan sudut-sudut bibir mengarah ke tulang pipi namun tak disertai emosi. itulah tawa yang ku persembahkan kepada semua orang 6 tahun terakhir ini.


Manusia itu sempurna karena dapat berpikir, dapat berlaku sesuai kehendak dan dapat merasakan rasa. Tapi karena hal itu juga lah yang menjadikan manusia tidak sempurna. Manusia bisa merasa marah, bisa menangis dan bisa lemah, tak perduli seperti apa, Tuhan menyukai manusia yang apa adanya. Tuhan menginginkan manusia-Nya bersandar kepada-Nya. Jadilah manusia, manusia ciptaan Tuhan yang terbentuk oleh daging dan tulang, bukannya terbentuk oleh cahaya.

Kamis, 23 September 2010

Terbawa Suara Hujan

Air yang menetes menimbulkan suara di antara malam

Teringat suatu masa di mana rintikannya menjadi latar belakang

Masa ketika aku duduk berlinang air mata bersama seorang teman

Menyaksikan kelebatan adegan demi adegan yang memilukan


Merindukan masa itu..

Masa di mana keramaian adalah sesuatu yang pasti

Walau waktu berlalu..

Masa itu akan tetap menjadi prasasti..


Sebuah tugu memori di dalam hati..


*masa-masa nonton My Name Is Khan bareng Mba Nurul di suatu Jumat malam.. Menanti warga pondokan pulang dari futsal (Mas Andre) dan yang cari makan karena kelaperan (adit, arby, echa)*

Harta Karun dari Masa Lalu: OST. Kobo chan

Di dunia ini semua bisa terjadi dan apa yang akan terjadi

Kita tak akan pernah mengetahui

Marilah kita hadapi pasti ada jalan keluar

Hari ini entah siapa yang akan bahagia

One two three four..

Nippon nippon cha cha cha cha cha

Kobo duduk di atas batu

Nippon nippon cha cha cha cha cha

Tralalallala galileo..

Tiap hari hahahahahhaa

Tawa canda ada di mana-mana

Tiap hari hahahahhaa

Aku benci makan pisang

Nippon nippon cha cha cha cha cha..

Tawa canda selalu ceria

Nippon nippon cha cha cha cha cha..

Bersemangat lah selalu!!!!

Nippon cha cha cha nippon cha cha cha

Nippon chacha cha cha cha cha chaaaa...

Rabu, 22 September 2010

Overestimate: Ketika Cinderella, Aladdin dan Dora Belajar dari Kesalahan

Pernah merasa kecewa? sakit hati? bodoh? sampe-sampe bingung caranya nangis?? Mungkin itu perasaan para komandan yang dikhianati tentaranya, atau presiden yang ditusuk dari belakang oleh menterinya. Merasa salah meletakkan kesalahan, merasa seperti orang yang paling semangat padahal yang lainnya biasa aja..


Terbangun dari mimpi indah, berharap mimpi itu berseri, tapi tenyata sudah harus kembali ke realita. Mungkin akan sama rasanya ketika Cinderella ngga bisa nunjukin sepatunya pada pangerannya karena sepatu itu disembunyiin Ibu peri, atau ketika Aladdin balik dimasukin ke dalam lampu ajaib oleh si Jin warna biru, atau ketika tiba-tiba Dora sadar kalo Boots adalah sahabatnya Swipper.


Hard to believe it...


Gimana perasaan Cinderella, Aladdin dan Dora?

Ketika mereka terbangun dan sadar kalo ternyata mereka telah overestimate -minilai terlalu tinggi- ke orang-orang yang mereka kira penolong, teman seperjuangan, bahkan mungkin sodara (aku selalu mikir kalo Boots adalah adek laki-laki Dora).


Mungkin kalo mereka nyata atau ternyata penulis cerita mereka menulis salah satu episode mirip sama dengan yang aku gambarkan, aku rasa Cinderella yang tegar bakalan diem, duduk, ngga ngerti lagi harus gimana. Cinderella mungkin sulit untuk nangis karena semua akan bercampur dalam hatinya, marah, sedih, malu, dan berbagai macem perasaan yang bisa ngegambarin betapa shock-nya Cinderella atas tindakan Ibu perinya. Aladdin? How about Aladdin? Aladdin bakal lebih parah, dia bahkan ngga akan bisa keluar dari lampu ajaib itu sampe ada orang yang sadar Aladddin ilang, mengira-ira di mana Aladdin ilang, cari-cari keberadaan si Aladdin dan betapa kecil kemungkinan bakal ada orang yang sadar kalo si Aladdin masuk ke dalem lampu ajaib? Boro-boro ketemu Putri Yasmin,, bisa-bisa ga sampe sehari si Aladdin uda berubah jadi Jin juga. Hmm,sekarang Dora. Dora, gimana kira-kira rasanya jadi Dora dengan partener seperti Boots yang ternyata ga punya semangat juang kaya semangat juang Dora? Gimana kalo suatu ketika dengan tiba-tiba di tengah perjalanan mereka ke rumah nenek atau siapa pun si Boots ngerebut ransel Dora dan kasih ransel itu ke Swipper? Gimana Dora bisa nemuin jalan tanpa ada si Peta yang disimpen di ransel? Gimana Dora bisa ambil barang-barang -yang kadang terlalu besar untuk dimsukin ransel dan ga logis untuk dibawa anak kecil seumuran Dora- yang bisa bantu dia mencapai tujuannya?


Pertanyaannya adalah: Apakah Cinderella, Aladdin, dan Dora pernah berpikir, seandainya apa yang ada dipikiran partener mereka itu tidak sama atau mungkin bertolak belakang dengan pemikiran mereka?


Mungkin Cinderella, Aladdin dan Dora lupa perkataan temen mereka:


"We don't see things as they are, we see them as we are." - Anais Nin


Itulah,,mungkin ngga cuma Cinderella, Aladdin dan Dora (episode dongeng gila) mungkin juga aku atau kamu pernah merasakannya..

Melihat sesuatu hal tidak seperti mereka yang sesungguhnya, tetapi kita melihat mereka seperti kita melihat kita. Menggunakan persepsi kita untuk melihat persepsi orang lain sehingga persepsi orang lain tampak seperti persepsi kita..


Persepsi?? apa itu persepsi? tentunya bukan persepsi pernikahan (*resepsi), persepsi adalah cara pandang, atau sudut pandang seseorang yang nantinya akan mempengaruhi banyak hal. Persepsi bisa mempengaruhi cara pikir, persepsi bisa mempengaruhi suasana hati, dan persepsi juga bisa mempengaruhi cara kita bertingkahlaku. Semua karena persepsi. Tentunya ga sesederhana itu, banyak hal yang mempengaruhi persepsi manusia, dan banyak juga efek dari persepsi yang mempengaruhi kehidupan kita.


Semua kejadian seperti si sakit hati, merasa terkhianati, merasa dibodohi, atau rasa marah yang dialami tiga tokoh cerita ini kemungkinan besar dipengaruhi kesalahan persepsi mereka dalam melihat hal yang ada. Bukan salah Ibu Peri, Jin Biru, atau Boots kalo ternyata mereka ngga sepikiran dengan partner mereka. Mungkin memang dari awal mereka berniat seperti itu, cuma si Cinderella, Aladdin dan Dora aja yang keGRan (*Gede Rasa) merasa bahwa tiga makhluk -yang disangka- partner itu sepikiran dan bersedia maju berperang bahkan bersedia berjuang bersama mereka.


Sedih?

Kalo aku jadi salah satu dari mereka, jawabanku adalah,"IYA".

Sudah salah meletakkan kepercayaan, itu yang terlihat dari sisi kita. Tapi dari sisi seberang, apa yang mereka pikirkan? Apakah benar mereka memang menyalahgunakan kepercayaan? Jangan-jangan cuma kita aja yang sok percaya dan kemudian terlukai karena kepercayaan yang kita berikan ternyata tidak pernah diterima oleh mereka dan kemudian kepercayaan yang kita harapkan akan dimanfaatkan secara maksimal oleh pihak yang kita rasa menerima kepercayaan itu berbalik seperti boomerang yang kemudian menyakiti diri kita.


Nah, bagi aku dan mungkin kamu yang pernah merasakan hal ini, hikmahnya adalah jangan terlalu tinggi atau terlalu lebay dalam melihat sesuatu hal, jangan juga kita terlupa untuk mengkonfirmasi apakah pemikiran kita sama, apakah pandangan kita sudah sejalan. Penting untuk diinget juga, jangan pernah memaksakan pandangan karena setiap orang punya keunikan mereka sendiri untuk berkembang. Tapi jangan trauma juga, lebih baik kita bisa melihat ini sebagai pelajaran hidup, jadikan hal-hal tersebut guru kita dalam berjalan sehingga suatu saat nanti kita dapat menceritakan hal ini dengan tersenyum. Kita semakin tegar, semakin kuat karena pernah merasa sakit seperti ini. Well, waspada itu penting, tapi jangan sampai kadarnya berlebihan sehingga membuat kita berhenti melangkah karena ketakutan.


Ingat-ingat pendapatku (kalo mau),

Orang yang bisa menyakiti kita sampai kita merasa sangat tersakiti adalah mereka yang sangat kita percayai dan kita sayangi.

Selasa, 21 September 2010

Kulit, Kacang, Kenangan dan Komunikasi

Dilupakan itu rasanya sakit, tapi berusaha mengingat itu juga sakit. Mungkin rasa penasarannya akan sama dengan perasaan penasaran ketika kita berusaha mengambil upil yang terasa mengganjal hidung namun ternyata kita tidak bisa menjangkaunya.

"Seperti kacang yang lupa pada kulitnya".

Kesan awal dari pribahasa ini rasa-rasanya berarti si kacang melupakan si kulit dan aku jadi kepikiran kalo aja si kulit bisa ngomong, mungkin si kulit bakalan mencak-mencak marah-marah ke si kacang, "Woi,,ko kamu lupa sama aku? Bukannya kita uda bareng-bareng dalam waktu lama?". Tapi kenapa ga begitu? Kenapa ga ada pribahasa:

"Seperti kulit yang marah pada kacang"?

Apa bener murni gara-gara si kulit ga bisa ngomong? Apa jangan-jangan bukan karena ga bisa ngomong, tetapi emang si kulit ga mau ngomong? Mungkin juga si kulit diem karena si kulit yang uda kenal sifat si kacang bisa memahami kenapa si kacang begitu. Mungkin juga si kulit udah maafin sikap si kacang yang ngelupain dia. Atau kalo berpikir jelek tentang kulit, mungkin si kulit malah seneng dilupain ama si kacang. Lebih jahatnya lagi, jangan-jangan si kulitlah yang ngebuat si kacang lupa sama dia.

Aku ga pernah tau apa alasan diemnya si kulit atas perilaku si kacang. Hmm, jangan-jangan, si kulit kena amnesia dan lupa juga ma si kacang? Makanya si kulit ga kerasa kalo dilupain ma si kacang.

Sekarang aku mulai berandai-andai yang lain lagi, andai aja si kulit memang dilupakan dan andai aja si kacang emang uda ketemu kulit lainnya. Apa lagi arti kenangan mereka kemarin? Apa yang bakal dilakuin si kulit selanjutnya? Apakah si kulit akan ikut-ikut melupakan si kacang? Atau kah si kulit akan tetap diam menunggu karena diam-diam dalam hati kecilnya, si kulit yakin kalo suatu saat nanti si kacang bakal inget dan kembali ke si kulit?

Apakah suatu hari nanti akan lahir pribahasa:

"Seperti kulit dan kacang yang bertemu lagi karena ada sumur di ladang"?

Intinya si, aku cuma terlintas untuk berpikir bahwa diam tidak selalu emas, diam bisa jadi adalah parang. Coba kalo si kulit yang diem itu ternyata salah paham sama si kacang, ternyata si kacang ngga pernah nglupain si kulit dan si kulit yang terlanjur emosi, marah-marah ma si kacang sambil bawa parang. Atau malahan,, ternyata selama ini si kacang merasa dicuekin ma si kulit dan diem-diem mendendam trus ngedatengin si kulit sambil bawa parang. Hoah!! Jadi serem malahan. Hehe..

Hmm,cerita si kacang dan si kulit malah jadi nglantur kemana-mana dan jadi ga nyambung sama arti pribahasanya ni.. Hehee.. Intinya si,,merasa dilupakan dan sakitnya susah mengingat sebaiknya dikomunikasikan. Siapa tau ada salah paham aja di salah satu pihak. Dari kisah si kulit dan si kacang ini aja sdah bisa dilihat bahwa diamnya si kulit maupun si kacang tanpa ada kejelasan berhasil ngebuat aku berandai-andai, mereka-reka banyak kemungkinan dan kesoktahuan mengenai hal yang telah terjadi di antara mereka. Apalagi di jaman di mana manusia bermanja-manja dan bergantung pada provider kartu telpon seluler, siapa tau si sms atau telpon yang ngga sampe itu, asik-asikan muter-muter melingker-lingker di atas pager dulu baru menuju handphone yang tepat, atau jangan-jangan si pesan komunikasi itu malah tersesat dan ga pernah sampe sehingga memunculkan perpecahan di antara penggunanya. Jangan sampe kenangan yang terjalin indah selama ini hilang membuat tidak lagi menjadi kenangan penting penghibur memori, hanya karena sebuah kesalahpahaman gara-gara tidak lancarnya komunikasi.

Nah, dari perandaian ini aku berharap, semoga si kulit dan si kacang yang berada di seluruh penjuru dunia -apapun bentuknya- bisa berkomunikasi dengan lancar.

Kenangan tidak dapat dibeli, kenangan memiliki harga mahal.

Kenangan akan hilang ketika tidak ada lagi yang mengingatnya.

Jangan sampai harta karun berharga bernama kenangan menghilang karena dilupakan akibat kesalahpahaman dalam komunikasi.